Pengertian Multiplexer dan Cara Kerja Multiplexer

Pengertian Multiplexer dan Cara Kerja Multiplexer – Multiplexer merupakan susunan logika kombinasional yang didesain spesial buat alihkan salah satu dari sebagian rute INPUT( masukan) ke satu rute OUTPUT( keluaran). Rute Input yang tersaring memastikan input mana yang hendak tersambung ke output.

Pengertian Multiplexer dan Cara Kerja Multiplexer

elec-toolbox – Multiplexer yang pula kerap disingkat jadi MUX ataupun MPX ini pada dasarnya berbentuk susunan digital yang terbuat dari gapura Logika sehat berkecepatan besar yang dipakai buat berpindah informasi digital ataupun biner ataupun bisa berbentuk jenis analog yang memakai bagian transistor, MOSFET ataupun relay buat alihkan salah satu input ke output.

Melansir teknikelektronika, Susunan Logika Kombinasional yang dalam bahasa Indonesia kerap ditulis dengan Multiplekser ini umumnya dikemas dalam suatu fitur bagian elektronika yang disebut dengan IC Multiplexer semacam IC tipe seri 7400( 74157, 74158, 74153 serta lain- lainnya).

Baca juga : Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker) dan Prinsip kerjanya

Multiplexer pula kerap disebut pula selaku Fitur Pemilih Informasi( Informasi Selector).

Walaupun ialah fitur keras state yang dibuat dari semikonduktor, Multiplexer bekerja semacam suatu sakelar rotary( Rotary Switch) yang berkaitan dengan cara seri dengan suatu sakelar SPST( Single- Pole, Single- Throw) semacam pada lukisan yang diarahkan dibawah ini.

Cara Kerja Multiplexer (Multiplekser)

Buat nyata hal metode kegiatan Multiplexer, kita bisa mengutip ilustrasi suatu Sakelar Rotari ataupun Sakelar Single- Pole Multi- Position semacam yang diarahkan pada lukisan atas. Semacam yang kita amati, Sakelar Rotari itu ada 4 Input ialah D0, D1, D2 serta D3 tetapi cuma mempunyai 1 Output. Kenop Otak pada Sakelar berperan memilah salah satu Input diantara 4 input itu serta menghubungkannya ke rute Output. Dengan begitu, konsumen bisa memilah satu satu tanda yang diperlukannya saja. Ini ialah ilustrasi Multiplexer dengan cara mekanis.

Tetapi dalam susunan elektronik yang membutuhkan perpindahan yang berkecepatan besar serta pula memindahkan informasi, kita wajib bisa memilah input yang dibutuhkan itu dengan amat kilat dengan memakai susunan digital. Tanda Otak( S1 serta S0) melaksanakan perihal yang nyaris serupa ialah memilah salah satu input dari sebagian Input ada bersumber pada tanda yang diserahkan kepadanya. Jadi bisa dibilang kalau ada 3 ketentuan minimal yang sangat dasar yang wajib ada pada suatu Multiplexer, ialah halte Input, halte Output serta halte Tanda Otak.

Halte Input: Halte Input ataupun rute Input merupakan rute tanda yang ada yang wajib diseleksi( umumnya lebih dari satu Input). Sinyal- sinyal ini bisa berbentuk tanda digital ataupun tanda analog.

Halte Output: Butuh dikenal kalau suatu Multiplexer hendak cuma mempunyai satu rute output. Tanda input yang diseleksi hendak dihubungkan ke rute output.

Halte Otak ataupun Halte Pemilih: Halte Otak ini dipakai buat memilah tanda rute input. Jumlah rute otak pada Multiplexer terkait pada jumlah rute input yang dipunyai. Misalnya pada multiplexer yang mempunyai 4 input, hingga hendak mempunyai 2 halte tanda otak sebaliknya Multiplexer yang mempunyai 2 Input cuma mempunyai 1 halte tanda otak.

Buat tujuan uraian, kita dapat memandang multiplexer 2- input yang ditunjukkan di dasar ini. Multiplexer 2 Input ini mempunyai satu tanda pengawasan yang bisa dipakai buat memilah satu dari 2 rute input yang ada. Bagan bukti di dasar ini melukiskan status jarum semat Pengawasan( A) buat memilah jarum semat Input yang dibutuhkan.

Multiplexer 2 Input

Multiplexer 2 Input ini pada dasarnya dibentuk dari gapura NAND standar buat mengatur input( I0 ataupun I1) mana yang hendak diteruskan ke output pada Q. Dari bagan bukti di atas, bisa kita amati kalau pada dikala memilah Input, bila Halte Otak A terletak pada situasi Logika sehat 0( kecil), Input I1 hendak melanjutkan informasinya lewat susunan multiplexer gapura NAND ke output, sebaliknya input I0 diblokir. Tetapi Kala Otak informasi A terletak pada situasi Logika sehat 1( besar), Input I0 hendak melanjutkan informasinya ke Output Q sebaliknya Input I1 hendak diblokir.

Jadi dengan aplikasi Logika sehat“ 0” ataupun Logika sehat“ 1” di halte Otak A, kita bisa memilah input yang cocok dengan keinginan kita semacam perihalnya suatu sakelar SPDT. Sebab kita cuma mempunyai satu rute otak( halte A) hingga kita cuma bisa memilah salah satu dari 2- input yang ada serta dalam ilustrasi simpel ini, multiplexer 2- input mengaitkan salah satu dari 2 pangkal 1- bit ke output yang serupa, menciptakan 2 Input ke 1 Output multiplexer.