Mengenal Multivibrator Monostabil Dalam Elektronik

Mengenal Multivibrator Monostabil Dalam Elektronik – Monostable Multivibrator ialah tipe multivibrator yang mempunyai kondisi normal tunggal. Semacam namanya, MONO yang berart SATU ini membuktikan satu kondisi normal serta pula kondisi kuasi- stabil. Multivibrator Monostabil ini pula diketahui selaku one- shot multivibrator( Multivibrator satu tembakan).

Mengenal Multivibrator Monostabil Dalam Elektronik

elec-toolbox – Multivibrator Monostabil cuma mempunyai SATU kondisi normal serta menciptakan pulsa keluaran tunggal kala dipicu dengan cara eksternal.

Dikutip dari teknikelektronika, Multivibrator Monostabil cuma kembali ke kondisi awal serta kondisi normal sehabis waktu durasi yang didetetapkan oleh durasi konstanta dari susunan kombinasi RC( Coupled RC). Monostable Multivibrator ini umumnya dipakai dalam aplikasi semacam sirkuit tv serta sirkuit sistem pengawasan.

Baca juga : Pengertian Multivibrator Astabil dan Cara Kerjanya

Susunan Multivibrator Monostabil

Semacam yang diarahkan pada lukisan dibawah ini, 2 transistor ialah Q1 serta Q2 dihubungkan dengan cara korban balik satu serupa lain. Kolektor transistor Q1 dihubungkan ke Dasar transistor Q2 lewat kapasitor C1. Dasar Q1 dihubungkan ke kolektor Q2 lewat resistor R2 serta kapasitor C. tekanan pasokan DC–VBB diserahkan ke dasar transistor Q1 lewat resistor R3. Pulsa faktor diserahkan ke dasar Q1 lewat kapasitor C2 buat mengganti keadaannya. RL1 serta RL2 merupakan resistor bobot Q1 serta Q2.

Salah satu transistor, kala masuk ke kondisi normal, pulsa faktor eksternal diserahkan buat mengganti keadaannya. Sehabis mengganti keadaannya, transistor senantiasa dalam kondisi kuasi- stabil sepanjang rentang waktu durasi khusus yang didetetapkan oleh angka konstanta durasi RC serta kembali ke kondisi normal tadinya.

Pengoperasian Multivibrator Monostabil

Kala susunan dihidupkan, Transistor Q1 hendak terletak dalam kondisi OFF sebaliknya Q2 hendak dalam kondisi ON, Ini ialah kondisi Normal.

Sebab Q1 OFF, tekanan Kolektor hendak jadi VCC di titik A serta memuat C1. Suatu tanda ataupun pulsa faktor positif diserahkan pada Dasar Transistor Q1 yang mengganti transistor Q1 jadi ON. Perihal ini hendak merendahkan tekanan Kolektor serta memadamkan transistor Q2.

Kapasitor C1 hendak mulai pengosongan pada titik durasi ini. Tekanan positif dari Kolektor Transistor Q2 hendak diserahkan ke transistor Q1 serta melindungi Q1 senantiasa dalam kondisi ON. Inilah diucap dengan kondisi kuasi- stabil. Transistor Q2 senantiasa dalam kondisi OFF sampai kapasitor C1 kosong seluruhnya. Sehabis ini, Transistor Q2 hendak ON dengan tekanan yang diserahkan lewat pembebasan tekanan kapasitor.

Memo: Quasi- Stable State ataupun Keadaaan Kuasi- Stabil merupakan Kondisi Normal Sedangkan Multivibrator pada dikala pengoperasiannya.

Kelebihan dan Kelemahan Multivibrator Monostabil

Konsep sirkuit yang simpel serta harga yang relatif ekonomis ialah keunggulan dari Multivibrator Monostabil ini. Sebaliknya Kelemahan penting dari multivibrator monostabil ini merupakan durasi antara aplikasi pulsa faktor T wajib lebih besar dari konstanta durasi RC dari susunan.