6 Gunung Terangker di Indonesia Serta Cerita Singkatnya

www.elec-toolbox.com6 Gunung Terangker di Indonesia Serta Cerita Singkatnya. Bagi yang suka melihat keajaiban alam pegunungan atau hiking, pasti setiap tempat di dunia memiliki sisi magisnya. Bahkan, bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia mountaineering, tidak jarang akan mengalami hal-hal aneh saat menjelajah alam liar.

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengalami letusan gunung berapi, baik yang sudah “pensiun” maupun yang masih aktif. Apalagi di Pulau Jawa, ada beberapa gunung favorit untuk didaki.

Di antara gunung-gunung tersebut, beberapa gunung dikenal karena sisi misteriusnya dan diyakini mempunyai penunggu lain.skuy nih daftar beberapa gunung yang bikin bulu kudu kita berdiri ketika mendaki nya:

1. Gunung Salak

Siapa yang tidak kenal Gunung Salak? Gunung dengan banyak misteri dan mitos masa lalu. Gunung Salak termasuk dalam dua wilayah yaitu Bogor dan Sukabumi.

Menurut kepercayaan masyarakat Sunda, Gunung Salak merupakan gunung yang dikeramatkan. Alasan mengatakan ini adalah karena Gunung Salak adalah tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, dan juga ada pemandangan Kerajaan Padjajaran.

Meski tergolong gunung hantu, namun tak menyurutkan semangat para pendaki yang menginjakkan kaki di Gunung Salak.

Para pendaki menceritakan banyak pengalaman tentang hal-hal misterius di Gunung Salak. Tak hanya itu, Superjet-100 yang jatuh di dekat Gunung Salak semakin dikaitkan dengan mitos dan misteri yang ada di gunung berapi aktif. Kisah-kisah horor Gunung Salak beredar dan melengkapi kisah-kisah legendaris yang ada di masyarakat. Ada berbagai cerita horor di Gunung Salak, seperti sosok nenek tua di pinggir tebing, teriakan minta tolong di dekat lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi, hingga pengajian lewat suara gamelan. Saat saya mendengarnya, rambut saya terasa seperti kulit ayam.

Salah satu misteri Gunung Salak yang terkenal adalah Puncak Manik. Manik adalah salah satu puncak Gunung Salak, yang dianggap sebagai wilayah magis Kerajaan Padjajaran. Puncak gunung Manik sering kali tertutup kabut tebal akibat angin kencang atau tiba-tiba.

Adhit, salah satu pemilik Lentera Malam, menceritakan pengalaman misteriusnya saat mendaki Gunung Salak. Dalam ceritanya, Adhit yang mendaki bersama teman-temannya disesatkan oleh dua pendaki misterius. Saat bersemedi di base camp Cidahu, Adhit mendengar suara memanggil namanya. Tapi ketika dia melihat ke tenda, temannya masih tidur.

Selama perjalanan, Adhit dan kedua temannya melihat dua orang pendaki yang aneh, mereka bertemu secara kebetulan. Mereka secara ajaib mengikuti dua pendaki misterius, dan akhirnya membuat mereka tersesat.

Apalagi saat subuh saat Adhit hendak pipis, ia melihat seorang perempuan tua sedang membungkuk dan menyeret daun-daun kering di depan tenda. Karena saking kagetnya, ia baru sadar kalau hari sudah pagi, dan saat Adhit melihat neneknya, Adhit tertidur di depan tenda.

Percaya atau tidak, banyak kejadian aneh dan tidak wajar yang dialami para pendaki Gunung Salak. Terlepas dari pertimbangan logis dan rasional, peristiwa misterius tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Baca Juga:

5 Sejarah Tempat Terseram Di Dunia

2. Gunung Ciremai

Gunung Chiremai merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini memiliki beberapa kawah yaitu kawah barat dengan radius 400 m dan kawah timur dengan radius 600 m.

Di ketinggian sekitar 2.900 m di lereng selatan, terdapat situs bekas letusan bernama Gowa Walet.

Saat ini Gunung Ceremai masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC), dengan luas total kurang lebih 15.000 hektar.

Gunung Ciremai memang menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki. Biasanya pendaki bertambah saat liburan dan di dua momen (yaitu Agustus dan Tahun Baru).

Saat mendaki gunung ini, pendaki perlu bekerja lebih keras untuk mencapai puncaknya. Ini tentu saja menghabiskan banyak tenaga. Dengan cara ini, pendaki tidak akan memutihkan pikirannya karena kelelahan yang dapat berujung pada halusinasi. Keadaan ini biasanya terkait dengan cerita misterius di sekitarnya Tak hanya cerita misterius para pendaki, warga sekitar juga kerap menceritakan kisah misterius tentang Gunung Chiremai.

Dikutip dari situs resmi ksdae.menlhk.go.id oleh fixindonesia. Menurut cerita Abah Indi (60), pengelola jalur pendakian Ajay, Argamukti, Argapura, Apuy, Majalengka kerap mendapat “laporan” dari para pendaki yang mengalami kejadian aneh. Abba Indy mengatakan: “Mulai dari Pos V, Sanghyang Rangkah sering mendengar sayup-sayup suara Gamelan.”

“Banyak pendaki yang kaget dengan suara Gamelan. Kalaupun tidak ada hajatan di sekitar,” lanjut Abba Indy.

Abah Indi juga berbicara tentang banyaknya korban luka manusia dan ternak serta kematian akibat kerja paksa di perkebunan sekitar Apuy selama penjajahan Belanda dan Jepang.

Abah Indi mengatakan bahwa jenazah mereka tidak dikuburkan, melainkan dibaringkan di sana untuk membusuk. Berbeda dengan Arjuna (20 tahun), dia pendaki asal Cirebon, tidak mendengar gamelan misterius itu. Namun, dia mengaku mengalami kejadian aneh saat mendaki jalur Apuy bersama tiga temannya tadi pagi.

Arjuna berkata: “Dari perempat keenam, seekor burung hitam dan seekor tawon hitam mengikuti kami sampai kami hampir mencapai puncak gunung. Aneh dan menakutkan karena ini adalah pengalaman mendaki pertama ditemani oleh binatang. Mereka sepertinya mengarahkan kami ke arah. “Terakhir kali, saya menemukan kejadian aneh saat mendaki jalur pendakian Apuy.

Kejadian ini membuat rambut Arjuna dan teman-temannya menakutkan dan tak terlupakan. “Kecelakaan” tersebut juga harus menjadi cerita yang menarik dan diceritakan kembali oleh pendaki lain, sehingga menimbulkan rasa misteri. Burung hitam yang dimaksud adalah burung pemakan serangga Anis Gunung (Turdus poliochephalus). Banyak cacing muncul karena sisa makanan yang ditinggalkan oleh reptil. Kelelahan saat mendaki terkadang membuat otak kita sulit berpikir jernih. Sekarang, ini adalah gagasan tentang “hantu” di luar nalar dan logika. Meski begitu, kehidupan supernatural yang berbeda dengan kita dalam ukuran, ruang dan waktu memang ada.

3. Gunung Halimun

Diskusi tentang Taman Nasional Gunung Harlem Salak (TNGHS) memang selalu menarik. Ada banyak dokumen tentang Gunung Salak, tapi itu kebalikan dari Gunung Harlem. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa Gunung Harimun secara administratif terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Bogor, Sukabumi (Jawa Barat) dan Lebak (Banteng).

Bandingkan dengan Gunung Salak, kecuali lokasinya yang relatif jauh. Jalan yang dilalui, tidak ada tanah tertinggi yang disebut juga Puncak, plus penuh misteri, tidak ada pendaki di gunung ini. Awen Supranata, ketua TNGHS Center, menjelaskan: “Makanya tidak ada data jumlah pendaki yang mendaki Gunung Harlem. Kalau Salak punya 3.000 pendaki setiap tahun,”

Ia juga mengatakan bahwa Gunung Harlem bukan untuk pendakian, melainkan untuk penelitian. Inilah mengapa disebut gunung tanpa pendaki tetapi penuh dengan peneliti. Berbicara tentang mitos dan kengerian Gunung Hariman tak kalah dengan Gunung Salak. Berawal dari benteng Kerajaan Prabu Siliwangi, hanya hati yang bisa melihat penampakan ratusan harimau yang mengagumkan sebagai penjaga.

Gunung Hariman dan Gunung Salak juga berada di kawasan yang biasa dikenal dengan sebutan Segitiga Misterius Bogor. Mirip dengan Segitiga Bermuda, Segitiga Misterius Bogor merupakan tempat sering terjadi kecelakaan pesawat. Ia mengatakan selain itu, ada sudut pandang yang sakral di kawasan ini. Apapun yang melewatinya akan jatuh. Termasuk burung, manusia atau pesawat terbang.

Wajar jika banyak pesawat jatuh di lokasi yang sama di dekat Gunung Salak dan Gunung Berasap. Perlu diketahui bahwa pada zaman Mataram Sultan Agung, terdapat tiga rumah hantu. Gunung pertama Merapi, kedua gunung Slamet dan ketiga Harimun.

Gunung Halimun dianggap sebagai rumah berhantu karena misterinya yang luar biasa. Selama ini banyak terjadi kecelakaan mobil di sekitar segitiga Bukit Harimen-Sarak-gunangde. Gunung Halimun (Gunung Halimun) adalah pegunungan yang terletak di antara Kabupaten Bogor, Sukhabumi dan Lebak.

Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 Masra ini terletak di Taman Nasional Gunung Harlem Salak. Di sebelah timur gunung ini adalah Gunung Salak. Mengenai catatan sejarah Kerajaan Siliwangi, kerajaan tersebut hancur setelah diserang oleh Kesultanan Banten pada tahun 1620-an. Konon ratusan paku payung atau harimau hidup di sebuah gedung di dekat Kebun Raya Bogor.

Sisa-sisa Tentara Perang Bubat mengungsi ke Bukit Salak, sedangkan sisa-sisa pengikut Siliwangi yang diserang Banten melarikan diri ke Bukit Khalimen.

Pada tahun 1924, Gunung Halimun (Gunung Halimun) ditetapkan sebagai hutan lindung karena kekayaan flora dan faunanya, antara lain macan tutul, elang jawa, owa jawa, suili, dll. Kawasan Pegunungan Hariman merupakan daerah tangkapan air dengan 115 sungai dan anak sungai, dan hulu berada di kawasan Pegunungan Salak.

Ada beberapa sungai besar yang mengalir, termasuk sungai Chikaniki dan Chidurian. Semuanya mengalir ke utara yaitu Laut Jawa dan Ciberang serta Ci Ujung. Lebih banyak air mengalir ke Samudra Hindia bagian selatan, termasuk sungai Cimandiri, Citepus Cimanja, dan Cisolok.

Selain itu, ditemukan rawa yang mengandung badak di dekat Sawangan. Dulunya tempat ini dikenal dengan nama Rawa Badak, di ujung tempat tersebut ditemukan selokan dan situs tembok istana yang dulunya merupakan sarang harimau.

Baca Juga:

5 Tempat Wisata Terbaik di Banda Aceh

4. Gunung Lawu

Misteri yang melanda Gunung Lawu telah menjadi mitos bagi setiap pemanjat tebing yang ingin mendaki Gunung Lawu. Namun hingga saat ini, masih belum ada cara untuk mengetahui mengapa gunung ini terkenal karena angkernya dan penuh dengan cerita misterius. Singkat cerita, ketika bin Laden Fatah memasuki usia dewasa, ternyata bin Laden Fatah mendukung Islam dan mengkhianati keyakinan agama Budha ayahnya. Bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Maya Pacht, Raden Fatah juga mendirikan Kerajaan Demak yang tadinya terletak di Glagah Wangi, kini berganti nama menjadi Lapangan Demak (Lapangan Demak). Fakta yang membuat Raja Bhrawijaya V resah.

Suatu malam, ketika Raja Bhrawijaya V sedang bermeditasi, ia mendapat petunjuk bahwa Kerajaan Maya Pacht akan lenyap dan cahayanya akan dipindahkan ke kerajaan putranya, Kerajaan Demak. Saat itu, Raja Bhrawijaya V meninggalkan Kerajaan Maya Pasit dan pergi ke Gunung Lawu seorang diri.

Segera setelah Raja Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan, ia naik ke Gunung Lawu dan bertemu dengan kedua pengikutnya yang merupakan pemimpin desa-desa kecil di kerajaan Majapahit, masing-masing adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala.

Karena tak satu pun dari mereka ingin melihat Raja Bhrawijaya V berjalan sendirian, mereka pun menemani Raja Bhrawijaya V ke puncak Gunung Lawu. Setelah mencapai posisi teratas Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V menceritakan kepada dua orang mukminnya yang setia. Setelah mengatakan ini, Raja Bhrawijaya V menghilang. Hingga saat ini, jenazahnya belum ditemukan oleh siapapun.

Setelah Raja Bhrawijaya V mengeksekusi Moksa dan menghilang, hanya tersisa dua pengikut setia, yaitu Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak. Sejarah memberi tahu kita bahwa keduanya melakukan tugas Raja Bravi Jaya V, dan mereka menjaga Gunung lawu.

Dengan bertambahnya ilmu, Sunan Gunung Lawu menjelma menjadi makhluk gaib, dan Kyai Lawu menjelma menjadi burung jalak gading. Hingga kini, kisah burung jalak gading ini terus berlanjut.Banyak orang yang percaya bahwa burung Jalak Gading sering muncul dan mengarahkan pendaki dengan niat baik ke puncak Gunung Lawu. Pada saat yang sama, jika niat pendaki buruk, Kyai Jalak tidak akan memberkati mereka, akibatnya pendaki yang jahat akan mengalami kesialan.

Keberadaan pasar iblis semakin meningkatkan misteri yang mengganggu Rausan. Kabar ini sudah tidak asing lagi bagi para pendaki. Pasar tak kasat mata ini berada di jalan Candi Cetho, di lereng Gunung Lawu, tempat tumbuh ilalang. Padahal, berbicara tentang rute Candi Cetho, rute ini merupakan rute terpendek dan tercepat menuju Lawu, karena perjalanan dimulai pada 1.470 M. Namun, rute jarak pendek ini juga merupakan rute paling berbahaya.

Hal ini dikarenakan kemiringan jalan ini sangat terjal, jurang terjal terbuka di pinggir lintasan, dan sering turunnya kabut tebal yang membuat jarak pandang menjadi sangat pendek dan meningkatkan resiko tersesat. Saya yakin rute ini merupakan alam yang tidak terlihat Lewat dan keberadaan pasar iblis. Inilah mengapa rute ini berbahaya dan tidak begitu populer. Pendaki lebih memilih dua jalur lainnya, yakni jalur Cemoro Kandang dan jalur Cemoro Sewu.

Beberapa pendaki mengaku bahwa saat menyusuri daratan di lereng Gunung Lawu, mereka mendengar suara yang sama seperti di pasar. Ada juga suara yang menawarkan dagangannya, mau beli apa?

Konon jika Anda mendengar suara-suara aneh ini di sana, maka Anda harus membuang salah satu barang yang Anda miliki, seperti seseorang melalui barter. Selain cerita di atas, masih banyak mitos lain yang beredar di masyarakat.Gunung Laowu memang terkenal angker dan diiringi dengan banyak misteri.

Mitos lain mengatakan untuk tidak memakai baju hijau untuk hiking. Itu juga menunjukkan bahwa Anda tidak boleh membawa array yang aneh. Cerita lain mengatakan bahwa mandi di air Gunung Lawu yang efektif sangat bermanfaat.

5. Gunung Merapi

Di dunia misterius, Gunung Merapi dianggap sebagai salah satu pusat Kerajaan Elf di Indonesia. Gunung ini juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan perairan selatan Pulau Jawa. Dari lereng hingga kawah di puncak gunung, beberapa tempat di gunung ini dianggap rumah berhantu.

Gunung Merapi terletak di Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten. Ketinggian gunung adalah 2968 m. Sejak 2004, kawasan hutan di sekitar puncak gunung telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Merapi. Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia.

Beberapa lokasi di Merapi dianggap rumah berhantu. Lokasinya memanjang dari hutan hingga puncak gunung. Warga sangat menghormati tempat ini, kami melarang menebang pohon, memotong rumput, memindahkan atau menghancurkan benda-benda di daerah tersebut. Selain melarang aktivitas tersebut, kami juga tidak mengizinkan ucapan kotor atau perilaku tidak etis di tempat tersebut. Jika dilanggar, biasanya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini adalah rumah hantu di Gunung Merapi. Rumah hantu paling terkenal di Gunung Merapi adalah Pasar Bubla. Pasar Bubrah adalah punggung bukit di bawah kawah Merapi. Keadaan di lokasi ini terbilang datar dan didominasi bebatuan hasil letusan sebelumnya. Di lokasi ini juga tidak terdapat pepohonan yang tinggi.

Letaknya yang hanya satu kilometer dari kawah Gunung Merapi menjadikan Pasar Bubla sebagai tempat favorit untuk beristirahat. Banyak pendaki mendirikan tenda di sini untuk bermalam dan menunggu matahari terbit keesokan harinya. Saat itu malam, dan biasanya pendaki mendengar suara berisik di lokasi ini.

Kebisingan ini mirip dengan aktivitas jual beli di pasar. Tidak hanya itu, terkadang suara gamelan dan musik jawa samar-samar terdengar di tengah riuh keramaian. Dipercaya juga bahwa bebatuan yang tersebar di lokasi tersebut adalah warung dan meja untuk minum pengunjung pasar. 

Beberapa pendaki yang menginap di Pasar Bubrah telah melihat berbagai makhluk gaib. Beberapa di antaranya adalah penampilan seorang wanita dengan rambut panjang tergantung di puncak gunung, atau makhluk supernatural yang menyamar sebagai pendaki berfitur lengkap lainnya namun berkeliaran.

Gambar keraton khas Jawa sering muncul di lokasi ini. Tokoh-tokoh ini biasanya adalah pengawal istana dan nyai sinden dengan latar belakang kostum adat yang unik. Beberapa orang bahkan melihat pasukan tempur tradisional itu lengkap.

6. Gunung Cikuray

Sikurai adalah gunung tertinggi keempat di Jawa Barat. Tiga gunung lainnya adalah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Ketinggian Gunung Cikuray kurang lebih 2.821 meter. Gunung ini terletak di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia, di perbatasan Jalan Bayongbong.

Gunung Cikuray juga merupakan puncak tertinggi di Kabupaten Garut, sehingga kaki Gunung Cikuray sering dijadikan sebagai pemancar oleh stasiun TV. Para pecinta alam sering mendaki Gunung Cikuray, mereka sering menyebut gunung ini sebagai “lautan di atas awan” karena saat kita berada di puncak gunung, Anda akan melihat awan di bawahnya.

Dengan kata lain, para ahli sejarah menyebut Gunung Sikurai sebagai Gunung Srimanganti atau Gunung Srimanganten. Pada abad ke-17, lereng Gunung Cikuray (Cikuray) digunakan sebagai pusat biksu yang disebut sebagai kediaman pendeta atau mandala. Tempat ini juga digunakan sebagai tempat belajar dan juga tempat ia menulis tentang Kerajaan Padjadjaran.

Saat itu mandala merupakan tempat penulisan aksara kuno yang disebut juga Gunung Srimanganti atau Srimanganten. Naskah kuno ini digunakan oleh para ahli untuk penelitian. Hingga saat ini, bukti tertulis dari manuskrip kuno dan mandala masih ada dan tersimpan di cagar budaya Cibuluy di kabupaten Cigedug.

Selain manuskrip kuno, peninggalan sejarah lainnya juga terdapat di situs Ciburuy. Situs-situs bersejarah tersebut antara lain trisula, penyu singa, tombak, parang, tikungan dan tulisan Jawa kuno di atas lontar dan daun nipa oleh Raja Kian Santang (Kian Santang).

Banyak dari para pendaki ihategreenjello dan kawan-kawan sendiri mengalami kejadian misterius saat mendaki Gunung Cikuray, mulai dari diganggu oleh makhluk tak kasat mata seperti suara dan penampakan, tr, kecelakaan, hilang, hilang bahkan kematian, namun kejadian tersebut agak aneh dan tidak masuk akal. Peristiwa aneh terkait Gunung Sikurai akan dibahas di bawah ini.

Dari pengalaman pendaki, ia mengatakan bahwa kabut tiba-tiba muncul dan menghilang, disertai dengan suara-suara aneh yang membuat mereka sering tersesat bahkan berpisah saat berjalan bersama.

Menurut warga sekitar Gunung Cikuray, salah satu peristiwa misterius Gunung Cikuray biasanya terjadi saat pendaki sedang beristirahat di tenda. Dikatakan bahwa elf yang bodoh suka mengubah orang yang sedang tidur menjadi batang kayu kecil. Tidak ada perubahan dalam tubuh Anda, tetapi teman Anda akan memperlakukan Anda sebagai batang kayu, bukan sebagai individu.

Bagi yang baru pertama kali mendaki ke Kukure akan selalu melihat penampakan-penampakan yang menyeramkan, bahkan yang sering mendaki pun tetap melihat saksi. Dia dikatakan sebagai wanita berkulit putih dengan wajah hitam.

Biasanya, mendengar suara aneh saat fajar sudah menjadi akal sehat di kalangan pendaki yang berkemah di Gunung Cikuray. Kadang-kadang Anda dapat mendengar seseorang berjalan di luar tenda dengan mengenakan sandal, seseorang berbicara, atau bahkan seseorang melempar sesuatu, meskipun tidak ada orang di luar tenda.

Di tempat misterius seperti ini, nce sudah menjadi hal yang biasa. Namun di Gunung Sikurai yang sering linglung adalah para wanita, terutama yang sedang haid. Dikatakan bahwa dia akan memasuki tubuhnya, dia akan berteriak histeris dan menuntut untuk dipulangkan.

Kisah misteri paling terkenal di Gunung Sikura adalah hilangnya Reni pada tahun 2009, yang hingga kini belum ditemukan. Konon hantu berlatar belakang putih dan berwajah hitam kerap memantau pendaki dan masuk ke dalam tubuh pendaki perempuan, yaitu Rennie.

Memang kejadian misterius yang dialaminya begitu dahsyat bahkan banyak orang yang takut dan memilih untuk tidak mendaki Gunung Kukure. Namun jika Anda memilih mendaki gunung dan menikmati keindahan dan misteri Gunung Sikuray, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dan mengingatnya, maka Anda akan terhindar dari bahaya.